Maaf Aku Belum Bisa Jujur
Setiap kali melihatmu,
detak jantungku terasa lebih cepat dari biasanya,
hela nafasku terasa lebih dalam dari sebelumnya.
Setiap kali kau tak ada di dekatku,
dunia terasa sepi,
padahal di hadapanku sedang banyak orang mengantre.
Langit terlihat teduh,
padahal warnanya masih biru.
Tapi, kau tak akan pernah rasa apa yang kurasa.
Sebab bagiku, kau tak perlu tahu.
Cukup Tuhan yang jadi saksi perasaanku padamu.
Maaf, aku belum bisa jujur.
Aku takut semua yang kini terasa rekat akan hancur.
Biarkan aku mengingatmu dalam bayang yang kabur.
Sebab cinta tak dapat ku atur.
Ia hadir tanpa sapa dan tutur.
Namun, sekali lagi maaf, aku belum bisa jujur.
detak jantungku terasa lebih cepat dari biasanya,
hela nafasku terasa lebih dalam dari sebelumnya.
Setiap kali kau tak ada di dekatku,
dunia terasa sepi,
padahal di hadapanku sedang banyak orang mengantre.
Langit terlihat teduh,
padahal warnanya masih biru.
Tapi, kau tak akan pernah rasa apa yang kurasa.
Sebab bagiku, kau tak perlu tahu.
Cukup Tuhan yang jadi saksi perasaanku padamu.
Maaf, aku belum bisa jujur.
Aku takut semua yang kini terasa rekat akan hancur.
Biarkan aku mengingatmu dalam bayang yang kabur.
Sebab cinta tak dapat ku atur.
Ia hadir tanpa sapa dan tutur.
Namun, sekali lagi maaf, aku belum bisa jujur.
Komentar
Posting Komentar